Appamsi

Pentingnya Air Bersih dan Sanitasi

Pentingnya Air Bersih dan Sanitasi
0
0
Share :

Berbicara tentang air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar dari manusia. Akses terhadap air minum di negara berkembang dapat mendorong kualitas hidup masyarakat yang lebih produktif dan sehat.

Air bersih dan sanitasi layak adalah kebutuhan dasar yang penting bagi setiap manusia. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) pada sektor lingkungan hidup adalah memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi layak.

Air bersih dan sanitasi merupakan hal yang saling berkesinambungan. Air yang bersih bisa didapatkan melalui sanitasi yang baik. Menurut laporan WHO 2017 dikutip dari Wikipedia, air minum yang aman adalah air yang tidak menimbulkan masalah signifikan bagi kesehatan selama mengonsumsinya. Ini termasuk kepekaan berbeda yang mungkin terjadi di setiap tahapan kehidupan.

Khusus untuk air minum, kualitasnya harus memenuhi syarat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 dan telah lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pentingnya Air Bersih dan Sanitasi

Berdasarkan aturan tersebut, air minum yang dikonsumsi minimal harus memenuhi ketiga syarat berikut:

  1. Syarat Fisik

    Syarat ini berkaitan dengan kondisi fisik air yang dapat dikenali oleh panca indra manusia. Air yang sehat dan layak konsumsi haruslah bening atau jernih, tidak meninggalkan endapan, tidak berbau, tidak berasa (tawar), dan memiliki suhu di bawah suhu udara luar atau suhu ruang, yakni antara 10-25 derajat Celcius.

  1. Syarat Kimiawi

    Syarat yang kedua ini berkaitan dengan derajat keasaman, kandungan mineral, dan bahan-bahan kimia lain di dalam air minum.
    Air minum yang sehat harusnya mengandung mineral-mineral penting yang dibutuhkan tubuh, di antaranya Zn (seng), Fe (zat besi), Cu (tembaga), Mn (mangan), dan Cl (klorida), dalam kadar yang ditentukan.
    Selain itu, air minum sehat juga tidak boleh mengandung logam berat beracun seperti Hg (merkuri atau air raksa), Pb (timbal), As (arsen), Cd (kadmium), dan Cr (kromium). Di samping itu, air yang layak konsumsi harus memiliki pH yang netral, yakni sekitar 7 dan mengandung cukup yodium.
    Ada atau tidaknya kandungan bahan kimia beracun di dalam air sekilas bisa dilihat dari ciri fisiknya. Air yang beracun atau mengandung logam berat akan berbau menyengat dan berwarna.

  1. Syarat Mikrobiologi

    Karena digunakan untuk minum, air harus bebas dari segala macam kuman atau bakteri penyebab penyakit. Utamanya adalah bakteri Escherichia coli dan Salmonella sp, yang kerap menimbulkan sakit perut dan diare. Ada atau tidaknya kuman di dalam air minum tidak bisa dikenali dari ciri fisiknya dan hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium.

Setiap masyarakat harus ikut serta berperan dan bertanggung jawab penuh dalam menciptakan dan mengelola air minum yang layak supaya kebersihannya. Masyarakat harus benar-benar menyadari akan pentingnya keamanan air minum yang dikonsumsi dan sanitasi karena dua hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan adalah contoh upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air dan juga untuk sanitasi yang layak. Tidak membuang sampah secara sembarangan merupakan hal kecil namun sangat berdampak besar bagi lingkungan, dan tindakan ini juga seharusnya dilakukan oleh kita semua.

 

Follow sosial media kami untuk informasi terupdate:

Facebook : Appamsi
Twitter : @appamsi
Instagram : APPAMSI

Tags :
air bersih,air minum,appamsi,sanitasi,sanitasi air,sanitasi indonesia
Share :
Related Post :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *